Cedera Raphinha terbukti membawa konsekuensi serius bagi Barcelona, saat raksasa Catalan itu kalah dalam pertandingan La Liga terbaru mereka dari Girona, dan sebelumnya, mereka dihancurkan 4-0 oleh Atletico Madrid di leg pertama Copa Del Rey.
Cedera Raphinha telah melemahkan serangan Barcelona secara signifikan. Alhasil, Barca hanya mencetak satu gol dalam dua laga terakhirnya, dan gol itu dicetak bek Pau Cubarsi.
Barca kini telah kalah dalam dua dari lima pertandingan terakhirnya di La Liga dan membiarkan Real Madrid menyalip mereka di tabel liga.
Keunggulan dua poin Real Madrid atas Barca bukanlah perbedaan besar, namun cedera Raphinha terbukti menjadi hal yang krusial bagi mereka.
Cedera Raphinha menambah kesengsaraan Barcelona setelah penampilan rata-rata Lamine Yamal
Yamal gagal mengeksekusi penalti melawan Girona dan kini telah mencetak 15 gol dalam 32 pertandingan musim ini, yang merupakan rata-rata menurut standarnya.
Sebagai perbandingan, Raphinha telah mencetak 13 gol dalam 23 pertandingan sejauh musim ini dan juga menambahkan empat assist musim ini.
Selain itu, Raphinha lebih sering bermain di lini tengah dibandingkan sebagai sayap musim ini, sehingga mengecilkan arti pentingnya bagi Barcelona.
Robert Lewandowski telah mencetak 13 gol dalam 30 pertandingan, yang membuatnya rata-rata mencetak kurang dari 0,5 gol per pertandingan, yang sekali lagi termasuk rendah menurut standarnya.
Selain itu, Marcus Rashford dan Dani Olmo hanya berhasil mencetak 17 gol di antara mereka, yang menunjukkan bahwa cedera Raphinha membuat Barcelona lumpuh dalam serangan mereka.
Cederanya pemain Brasil itu membuat Barcelona kehilangan senjata paling ampuhnya dalam beberapa pertandingan terakhirnya.
Oleh karena itu, wajar jika para pendukung Barca menginginkannya kembali ke skuad segera setelah ia fit.
ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Masa Depan James Trafford: Kiper Nomor Dua Manchester City Mengungkap Kebenaran Jujur Tentang Masa Depannya Di Klub
Cedera Raphinha: Di Luar Peluang Untuk Melakukan Pertandingan Berikutnya
Pemain Brasil itu berpeluang kembali untuk pertandingan Barcelona berikutnya melawan Levante akhir pekan ini.
Barca kemudian akan menghadapi Villarreal di kandang sendiri, yang bisa menjadi ujian berat bagi mereka, dan di mana mereka akan membutuhkan penyerang andalan mereka.
Tim Catalan akan menghadapi Athletic Bilbao dan Sevilla di La Liga bulan depan, keduanya juga berpotensi menjadi pertemuan yang sulit bagi mereka.
Selain pertandingan tersebut, ada tugas yang hampir mustahil untuk membalikkan defisit 4-0 melawan Atletico Madrid di leg kedua semifinal Copa Del Rey.
Pertandingan-pertandingan itu mungkin sangat penting untuk harapan trofi mereka musim ini, karena tim asuhan Hansi Flick berupaya menambah lebih banyak trofi ke dalam lemari.
Barcelona membutuhkan cedera Raphinha untuk segera berakhir agar bisa sukses dalam pertandingan-pertandingan penting tersebut di bulan depan atau lebih.
Pemain Brasil ini nyaris gagal meraih Ballon d’Or terakhir kali, namun hanya ada sedikit pemain di dunia sepak bola yang sama pentingnya bagi tim masing-masing.
Raphinha telah mencetak 67 gol dalam 167 pertandingan untuk Barca, dan pada usia 29 tahun, ia seharusnya memiliki setidaknya tiga hingga empat musim tersisa di level teratas.
Kembalinya pemain Brasil ini sangat dibutuhkan Barcelona sebagai pemicu serangan, dalam hal kepemimpinannya dan pentingnya dirinya di lini depan.
Dalam perebutan gelar La Liga, pertarungan antara Real Madrid dan Barcelona kemungkinan akan berlangsung sengit karena kedua raksasa Spanyol itu akan kembali saling berhadapan.
Foto Utama
Kredit: IMAGO/Pressinphoto
Tanggal Perekaman:16.02.2026
Agen Togel Terpercaya
Bandar Togel
Sabung Ayam Online
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.